Referensi Usaha Perikanan, Peternakan & Pertanian
Peternakan (125) Pertanian(88) Perikanan (77) Burung(61) Ikan (58) Tanaman (15) Cucak Rowo(12) Itik (12) Kenari (12) Ikan Gurame (11)Buah (10) Cabai (9) Cupang (9) Burung Parkit (8) Lele (8) Ternak (8) Ayam (7) Jamur(7) Kelinci (7) Udang (7) Arwana (6) Karet (6)Bawang (5) Bunga (5) Kambing (5) Sapi (5)Tanam (5) Belut (4) Betutu (4) Budidaya Kambing Etawa (4) Glatik (4) Hamster (4) Ikan Bawal (4) Ikan Mas (4) Jangkrik (4) Lovebird(4) Merpati (4) Padi (4) Penyakit (4) Ayam Bangkok (3) Jagung (3) Kacang (3) Koki (3)Lebah (3) Murai (3) Udang Windu (3) Bekicot(2) Bibit (2) Bunga Anggrek (2) Cacing (2)Gabus (2) Jalak (2) Kentang (2) Kodok (2) Koi(2) Kol (2) Kroto (2) Kura - Kura (2) Landak (2)Mujair (2) Puyuh (2) Sawit (2) Tanaman Bayam(2) Tin (2) Tomat (2) Ulat (2) kakao (2) Anggur(1) Anis Kembang (1) Anis Merah (1) Apel (1)Bandeng (1) Buah Manggis (1) Buah Naga (1)Budidaya Buncis (1) Budidaya Nilam (1) Budidaya lele (1) Bunga Mawar (1) Bunga Melati (1) Cacing Tanah (1) Coklat (1) Cucak Hijau (1) Cucak Jenggot(1) Cumi-Cumi (1) F (1) Ginseng (1) Ikan Jelawat (1)Ikan Nila (1) Ikan Sidat (1) Jahe (1) Jamur Kuping (1)Jamur Merang (1) Kacang Hijau (1) Kacang Panjang(1) Kacer (1) Kangkung (1) Kecapi (1) Kedelai (1)Kepiting (1) Kerapu (1) Klengkeng (1) Kotoran Hewan (1) Kucing (1) Kura-Kura (1) Lada (1) Lobster(1) Mabung (1) Mangga (1) Melon (1) Mentimun (1)Murbei (1) Panen (1) Parkit (1) Patin (1) Pentet (1)Pisang (1) Pohon Jati (1) Pondok Roso Tunggal Menuju Sukses (1) Pupuk (1) Rumput Laut (1) Rusa(1) Sagu (1) Sawi (1) Sayuran (1) Selada (1)Semangka (1) Semut (1) Serama (1) Strowberry (1)Sutera (1) Sutra (1) Tanaman Cengkeh (1) Tanaman Teh (1) Tembakau (1) Terong (1) Tikes Putih (1)Tokek (1) Ubi Jalar (1) Ular (1) Walet (1) bawang daun (1) wortel (1)
- ▼ 2011 (249)
- ▼ Maret (68)
- Cara Budidaya Ikan Sidat
- Belajar Sukses Budidaya Lele Sangkuriang
- Budidaya Ikan Lele
- Budidaya Ikan Bawal
- Budidaya Ikan Arwana
- Budidaya Ikan Air Tawar
- Budidaya Ikan
- Cara Budidaya Lele Dumbo Pada Kolam Terpal
- Cara Budidaya Anthurium
- Cara Budidaya Jamur Tiram
- Cara Budidaya Bawang Merah Secara Organik
- Budidaya Bawang Merah Sebagai Komoditas Sayuran
- Cara Budidaya Tanaman Mangga
- Cara Ternak Ayam Serama
- Cara Budidaya Burung Kacer
- Cara Ternak Cucak Hijau
- Cara Ternak Burung Anis Merah
- Budidaya Kedelai
- Cara Budidaya Cabai Rawit
- cara Budidaya Bawang Putih
- Cara Budidaya Ikan Mujair
- Prospek dan Peluang Usaha Budidaya Karet
- Syarat Tumbuh Tanaman Karet
- Persiapan Tanam dan Penanaman Karet
- Cara Penanaman Karet
- Pemberantasan Penyakit Tanaman Karet
- Panen Karet
- Cara Budidaya Bawang Merah
- Cara Budidaya Pohon Pisang
- Cara Ternak Ikan Gabus
- CARA BUDIDAYA APEL ORGANIK
- Cara Ternak Burung Parkit
- Cara Memilih Ikan Cupang Adu
- Cara Pembenihan Ikan Mas Koki
- Cara Ternak Cacing Sutra
- Cara Memilih Ikan Cupang Kontes
- Budidaya Ikan Cupang
- Cara Beternak Ulat Hongkong Untuk Pakan Burung
- Cara Betenak Ulat Sutra
- Karakter Suara dan Pemasteran Murai Batu
- Jenis - Jenis Burung Kenari
- Menyiapkan Indukan Kenari
- Peluang Usaha Budidaya Belut
- Beternak Merpati Balap
- Burung Merpati Balap Tinggian
- Cara Awal Beternak Burung Merpati
- Peluang Usaha Budidaya Ikan Gurame
- Teknik Budidaya Ikan Mujair
- PERSIAPAN PEMIJAHAN IKAN GURAME
- Penangkaran Burung Murai
- Harga - Harga Burung
- Cara Ternak Jangkrik
- Murai Batu
- Perawatan Kenari Sebelum Lomba
- Tips Memilih Kenari Untuk Kontes
- Membedakan jenis kelamin lovebird
- Memperbaiki Kicauan Burung Cucak Rowo
- Penyakit Pada Cucak Rowo dan Cara Pengobatannya
- Hal -Hal Yang perlu Diperhatikan Dalam Beternak Bu...
- Perawatan Anak Burung Cucak Rowo
- Cara Menjodohkan Burung Cucak Rowo dan Kendalanya
- CARA PENANGKARAN BURUNG CUCAK ROWO
- Cara Perawatan Burung Cucak Rawa
- Membedakan Burung Cucak Rowo
- Menjaga Kemurnian Suara Cucak Rowo
- RAGAM JENIS BURUNG CUCAK ROWO
- Mengenal Burung Cucak Rowo dan Penyebarannya
- Cara Budidaya Kelapa Sawit
- ▼ Maret (68)
Posted by Polengs on 01.16. Cupang,Ikan,Perikanan - No comments

Merawat ikan cupang hias siap kontestidaklah sulit , yang diperlukan hanyalah ketekunan dan ketelitian pemeliharaan ikan cupang setiap harinya, misalnya permberian pakan yang teratur , penggantian air akuarium yang teratur, dan tidak lupa pula melatih mental ikan cupang. Tak jarang peternak menghabiskan waktu dari pagi hingga malam untuk mengontrol kondisi ikan cupang.
Cupang hias diberi pakan alami seperti kutu air. Permberian pakan 2x dalam sehari ,pada waktu pukul 07.00 dan 17.00, berikan pakan yang secukupnya. Terlalu banyak pakan tidak bagus khususnya terhadap kebersihan air di akuarium (dikhawatirkan akan mengendap dan membusuk di dasar air)Pemekaian takaran, seperti sendok teh bisa mengontrol jumlah pemberian pakan. Botol aor mineral yang diberi selang juga bisa dimanfaatkan untuk pemberian makanan cupang. Alat itu selain murah juga mudah dioperasikan. Kutu air dimasukan ke botol lalu disemprotkan satu per satu ke dalam akuarium. Kutu air yang telah dibekukan di dalam pemberiannya cukup dengan dicuil-cuil.
Jentik nyamuk dapat diberikan sebagai selingan setiap 2 hari sekali , bisa juga diberikan untuk makanan pokok. Toh ,ikan cupang yang berumur 1.5 bulan sudah bisa makan makanan yang berukuran besar. Cuk sebaiknya diambil yang teidak bengkok atau tua.
Ada cara untuk menyeleksi cuk. Jentik nyamuk yang diambil dari selokan atau empeng biasanya masih kotor dan bercampur dengan larva hewan lain. Masukkan cuk ke air es, secara otomatis mereka akan teler, cuk akan mengendap ke dasar sedangkan Non-cuk akan mengambang.Cuk diambil dengan saringan halus,lalu dimasukan ke dalam air yang telah ditetesi PK, dosis 1/2 tetes untuk ember ukuran 15 liter, ini untuk "membangunkan" cuk, setelah itu cuk dicuci dengan air bersihdan siap disajikan
Jika masih susah diperoleh, cacing cutra ,cacing rambut, atau cacing darah juga bisa diberikan , namun penggunannya terkadang membuat cupang menjadi kembung. Sebaiknya cacing dibersihkan berulang-ulang dengan air bersih sebelum siap disajikan
Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya dilakukan setiap hari,semakin sering air diganti pertumbuhan ikan cupang akan semakin cepat. Batas maksimal pergantian air 3 hari. Caranya cukup menyedot dengan selang plastik.
Seminggu sekali air diganti total. Botol atau akuarium dicuci bersih kemudian dijemur agar kuman-kumannya mati. Cara lain untuk membunh cendawanatau bakteri dengan merendam wadah itu dengan larutan PK dosis tinggi selama 1-2 jam. setelah itu wadah dicuci dengan bersih dan dijemur.Terlambat mengganti air menyebabkan penyakit. sisa pakan dan kotoran cupang yang mengendap di dasar air dapat menyebabkan penyakit.
Cupang Ideal Yang Pantas di Pilih Untuk Kontes
class="post-header" style="color: #444444;">
Pada saat kita memilih ikan untuk di ikut sertakan dalam kontes ikan cupang yang perlu kita harus perhatikan ialah ikan yang sehat , badan dan siri p terlihat bersih, tidak ada cacat, sisik terlihat rapi dan yang pasti memiliki mental yang berani. T ulang sirip melengkung rapih atau terlihat lurus. Sirip berdiri tegak dan tutup insang terbuka lebar saat ngedok, terlihat agresif & lincah pada saat melihat lawannya.
Pada bagian tubuhnya kalau kita tarik garis tengah, ciri cupang untuk kontes me mperlihatkan bayangan yang simetris antara bagian atas dan bawahnya. Cupang kontes mempunyai bentuk yang proporsional antara ukuran tubuh & siripnya. badan agak mengecil sedikit pada bagian pangkal 
ekor. Bentuk, lebar & ukuran sirip punggung (dorsal) harus mendekati bentuk, lebar & ukuran Sirip Bawah (anal). Bukaan ekor (caudal) membentuk sudut 180 derajat yang di ukur dari tula ng ekor pertama hingga tulang ekor terakhir. Bagian luar dari ketiga sirip (sirip ekor, punggung, & bawah) membentuk lingk aran yang saling menutupi dan tidak ada sepasi di antaranya biasanya tulang ekor pada cupang serit berjumlah minimal 11 batang tulang ekor, sirip terlihat lebar dan overlapping di setiap ujungnya. 
Pencabangan tulang sirip sekunder dan terlihat memiliki jarak yang sama panjang pada tulang siripnya atau rata. Pada gambar di samping kanan layar saya perlihatkan ikan cupang jenis serit warna merah yang kurang baik untuk dipilih untuk cupang kontes, karena ia mempunyai sirip yang tidak lengkap, pada sirip analnya ada sirip yang patah mungkin di akibatkan jamur yang menyerang siripnya, seritnya tidak tersusun dengan rapih & kurang agresif.
Pada cupang 
kontes yang ideal memiliki warna yang indah dengan identitas yang sama. Pada kelas warna dasar solid, tidak ada warna lain terlihat pada sirip dan tidak ada noda warna lain didalam badannya. Pada kelas warna kombinasi cupang harus m emiliki warna gelap dan terang yang memiliki warna kontras. secara keseluruhan penampilan warna harus tampak menarik, indah dan mengkilap.


Artikel Terpopuler
- Kenari Lokal, Impor, AF, F1, F2
- Ternak Semut Rang Rang (Kroto) dengan Media Bambu
- Cara Ternak Jangkrik
- Cara Ternak Ayam Bangkok
- BUDIDAYA TERNAK ITIK PETELUR
- Cara Budidaya Ikan Koi
- Prospek Budidaya Ternak Burung Lovebird
- Cara Mengatasi Burung Kenari Stres dan Macet
- Cara Ternak Cacing Sutra
- Tips Merawat Kelinci
0 COMMENTS:
POSKAN KOMENTAR
LINKS TO THIS POST